Program Kerja Indonesia Baru  
Page Descrtiption

Program Kerja Indonesia Baru
Tengah Disusun & Dapat Di Tambah & Diperbaiki Sesuai Keadaan

* Didasarkan Pengalaman Kerja Serupa – selama 37 Tahun


Isi Program Kerja 
Indonesia Baru
Indonesia Baru
Ringkasan Program Kerja

Program Kerja Harus Jelas

Indonesia Di Mata Masyarakat Dunia

1. Memberi Contoh Yang Baik

2. Pimpinan Yang Mengalami Ketidak Adilan & Perlakuan Sewena-wena Diyakini Oleh Mereka Yang Mengalaminya

3. Ucapan Pejabat Tinggi Juga Untuk Konsumsi Luar Negeri

4. Indonesia Perlu Promosi Diri – Bukan Rendah Diri

5. Akibat Rendah Diri

Barat Menguasai Media Masa & Media Elektronik

Meningkatkan Kemampuan Masyarakat Melalui

1. Peningkatkan Kemandirian Melalui Kemampuan Alami

2. Sikap Lebih “Pintar” Pemerintah Pusat Menghambat Perkembangan

3. Ekspor Sebagai Penunjang, Bukan Andalan

4. Pimpinan Memberi Kail Untuk Mencari Ikan

5. Komponen Yang Diperlukan

6. Teknologi Pertanian

7. Teknologi Komunikasi Antar Penduduk

8. Telekomunikasi Adalah Katalisator Pembangunan

9. Akan Menyentuh 140 Juta Manusia Biasa Di Seluruh Indonesia

10. Menimbulkan Kemampuan Masyarakat Untuk Menyerap Hasil Karya Sendiri

11. Meningkatkan Ketahanan Terhadap Gejolak Ekonomi

12. Biaya Terjangkau – Tidak Ada Isolasi Telepon

13. Wujudnya Proyek Besar Telkom Tergantung Dengan Suasana Politik Stabil & bersih

14. Dana Besar Bisa Masuk – Asal Tidak Ada Pungutan Ilegal

15. Pemilik Dana Besar Mempunyai Motivasi

16. Turun Ke Tingkat Kemampuan Masyarakat Biasa

17. Rencana Investasi

18. Pendidikan Tradisional Menjadi Pendidikan “Kreatif”

Meningkatkan Kekuatan TNI Menjadi 1% Jumlah Penduduk - 2.1 Juta Personil

1. Kekuatan Untuk Menghadapi Dunia Luar, Melindungi Dalam Negeri

2. Teknologi Canggih Untuk Keperluan Dalam Negeri & angkatan Bersenjata

Otonomi & Federalisme – Aceh Sebagai Patokan

Hukum Ada Setempat

Hukum, Peradilan & Keadilan

Hukum Negara & Hukum Militer

Narkoba

Tugas Duta Besar Di Negara Adidaya 
Penjual Jasa Untuk Negara

Tidak Minder Menghadapi Asing

IMF Dapat Dipengaruhi

Pandangan Penulis Membela Indonesia Terhadap Asing Di Halaman Internet

Riwayat Hidup Penulis
 


Pernyataan Dukungan Penggantian Presiden Baru
SYARAT-SYARAT  PIMPINAN  BARU  REPUBLIK  INDONESIA

Oleh para Sesepuh Masyarakat Papua
Kepada Yth.,
 
Dengan hormat,

Kami para pimpinan suku Papua yang mewakili rakyat Papua dengan tanda tangan-tangan terlampir, merasa memiliki andil dalam pembangunan Republik Indonesia karena kekayaan sumber alam milik Bangsa Papua yang telah disumbangkan selama puluhan tahun kepada Republik Indonesia, dengan ini menyatakan bahwa stabilitas ekonomi dan masalah politik di anggap sangat penting.

Kami masyarakat Papua di Propinsi Irian Jaya menyatakan bahwa latar belakang politik Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjalankan roda Pemerintahan Republik Indonesia dan Pembangunan Negara kita yang tercinta selama ini tidak berdampak secara positif.

Presiden Gus Dur tidak dapat dan tidak mampu mengendalikan serta tidak mengakomodir aspirasi sesuai harapan Rakyat Indonesia pada umumnya, dan Rakyat Papua pada khususnya.

Karena ini, kami Rakyat Papua sangat mendukung penuh bila dalam Sidang Istimewa (SI) MPR-RI diambil suatu initiatif secara konstitusional menurunkan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diganti dengan seorang yang memiliki pengalaman, memberi bukti menyumbang kepada bangsa, perduli nasib rakyat, memiliki rasa keadilan, dan pernah merasakan duka yang dialami rakyat kecil.

Adapun kami Rakyat Papua berkeberatan atas kepemimpinan pemerintahan Abdurrahman Wahid selama ini, menyatakan bahwa:
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kepemimpinannya sangat lemah di segala bidang.

  1. Ia lupa dan tidak sadar diri bahwa MPR telah mengangkatnya sebagai presiden, dan berperilaku seperti anak manja yang harus dituruti semua kehendaknya. Ia bukan sosok seorang pemimpin dan seorang presiden yang pantas memimpin bangsa Indonesia.

  2.  
  3. Gus Dur tidak pernah transparan mengendalikan segala bidang, terutama bidang ekonomi, bidang keuangan, diantaranya tidak mampu hadapi Dana Moneter Internasional IMF.

  4.  
  5. Beliau telah memperlakukan beberapa hal yang kami, rakyat Papua, anggap makar dan KKN, seperti

  6. a) pada tahun 2000 ia membiarkan kelompok-kelompok masyarakat Indonesia mengadakan kegiatan kegiatan separatis. 

    b) Gus Dur tidak ada keperdulian atas gerakan-gerakan separatis, pembunuhan di berbagai daerah karena konflik antar suku dan agama, yang makin hari makin membesar. Ia pilih pergi ke luar negeri seakan-akan tidak ada masalah di dalam negeri.

    c) Ia melakukan pelanggaran moril dengan diperlakukan KKN antara kroni-kroninya, diantaranya Buloggate. Ia tidak digubris oleh instansi-instansi atau pimpinannya yang layaknya tunduk pada perintah seorang presiden manjatuhkan martabat institusi kepresidenan di depan mata rakyat Indonesia. Gus Dur menuduh macam-macam orang tanpa bukti didepan rakyat, memberi perlindungan kepada pimpinan konglomerat yang jelas bersalah.

    d) Ketiga (a), (b) dan (c), selain banyak kekurangan-kekurangan lainnya tersebut, merupakan kehancuran citra dan bangsa Indonesia di mata bangsa dan mata asing.

Bahwa WAKIL PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI telah dibebankan tugas dan tanggung jawab dibidang pemerintahan. Namun, dampaknya yang terbukti selama menjadi wakil presiden sangat lemah, dan bila Megawati menjadi presiden, Republik Indonesia akan memasuki keadaan lebih berbahaya lagi jika ditinjau dari sudut politik nasional dan internasional karena tugasnya yang pernah diberikan untuk daerah-daerah yang dilanda kerusuhan sampai sekarang belum pernah diselesaikan oleh beliau. Kami tidak yakin pula Megawati Soekarnoputri mampu menjalankan tugas di luar negeri, atau menyusun kebijakan luar negeri karena di dalam negeri saja dia tidak menunjukkan prestasi. Kita, rakyat Papua, minta bukti. 

Selain tersebut diatas, kami ajukan PEMILIHAN LANGSUNG PRESIDEN OLEH RAKYAT dapat diwujudkan. apabila pemilihan Kepala Kelurahan dilakukan di banyak desa di Indonesia, maka pemilihan presiden oleh rakyat langsung dapat pula dilaksanakan.

Dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka kami mengajukan se-seorang PEMIMPIN BARU yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
 

  1. Dia harus seorang keturunan raja, seperti kami para sesepuh rakyat Papua karena seorang keturunan, lebih memperhatikan aspirasi rakyat.

  2.  
  3.  Dia harus orang kaya. Atau memiliki kemampuan mendapatkan kekayaan dari sumber-sumber yang mendukungnya, supaya ia tidak mencuri atau mengkorupsi uang rakyat.

  4.  
  5. Kekayaan ini TIDAK diperoleh dari jamannya ORBA, melainkan karena dari sumber leluhurnya (Dinasti), dan karena sumbangan dari pihak-pihak dalam dan luar negeri yang ingin melihat Indonesia menjadi makmur. Bukan sumbangan asing yang punya niat terselubung mengendalikan Indonesia.

  6.  
  7. Ia tidak boleh datang dari kalangan figur publik jaman ORBA.

  8.  
  9. Dia TIDAK punya hutang moral, tidak punya hutang materi kepada golongan manapun, dan tidak punya hutang materi kepada konglomerat yang sebagian besar dikenal mencuri dan mengsengsarakan rakyat. 

  10.  
  11. Ia tidak akan memikirkan kepentingan golongan tertentu karena tidak berhutang moril atau materi dalam bentuk apapun. Kepemimpinannya tidak akan ditunggangi dan tidak dikendalikan kepentingan-kepentingan golongan tertentu dengan akibat mengabaikan kepentingan mayoritas rakyat biasa. Kepemimpinannya akan lebih transparan.

  12.  
  13. Pemimpin yang tidak pernah merasakan duka rakyat tidak bisa memahami duka rakyat kalau tidak pernah merasakan dukanya. Dia adalah Ratu Adil. Ia menyadari dan mengetahui keadilan apa artinya karena ia pernah merasakan duka yang juga dirasakan oleh banyak orang kecil. Ia pernah merasakan ketidak adilan aparat-aparat penegak hukum dan aparat keadilan yang sering kali mengabaikan hak asasi rakyat kecil. 

  14.  
  15. Dia adalah seorang yang cukup umur, bukan anak ingusan yang sering ditayangkan di layar televisi membicarakan hal-hal yang mereka sendiri belum pernah mengalami. Ia hendaknya berusia diantara 50 sampai dengan 60 tahun supaya pemikirannya matang dan tidak gegabah, dan tidak terlalu tua sakit-sakitan.

  16.  
  17. Dia pernah menyumbang kepada Rakyat Indonesia, baik dalam bentuk pikiran atau dalam bentuk lain yang sekarang dinikmati rakyat banyak. Ia harus punya bukti menyumbang baik pikiran atau hasil pemikirannya.

  18.  
  19. Dia memiliki Program Kerja dan MEMILIKI VISI untuk menjadikan Bangsa Indonesia 

  20. a. bangsa yang dihormati di dunia internasional karena kekuatan ekonominya, 

    b. visi meningkatkan kekuatan TNI sebagai penjaga kedaulatan wilayah Republik lawan gangguan kedaulatan Negara dan pencurian hasil laut, dan 

    c. visi meningkatkan kekuatan rakyat kecil yang tidak tergantung kepada ekspor.

    d. Visinya adalah rakyat adalah andalan, dan ekspor adalah sebagai penunjang, karena rakyat yang kuat dan makmur dapat menyerap semua hasil produksi dalam negeri.

Visinya bukan visi ikut-ikutan. Atau visi menjawab berbagai masalah yang melanda Indonesia belakangan ini. Tapi visi yang murni, yang melihat Indonesia memiliki hak sebagai negara besar dan negara adidaya yang dibuatnya jauh hari sebelum krisis-krisis yang melanda Indonesia.

11. Dia menyadari bahwa Indonesia tidak berdiri sendiri lagi, melainkan bagian dari dunia internasional. Karena itu 
a. ia harus berpengalaman di dunia internasional dan dalam negeri sebagai pengusaha. Bukan sebagai pejabat kaya yang korup. 
b. ia pernah menjadi seorang guru pada instansi pemerintah, maka ia paham tata cara pemerintahan.
c. ia adalah pemrakarsa gagasan baru yang berguna bagi bangsa, dan memiliki bukti-buktinya, dan
d. pernah menyumbang kepada Negara karena gagasan-gagasan ini.

12. Dia harus mampu menghadapi hujatan di forum-forum internasional seperti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melukai citra bangsa dengan cara-cara yang elegan, tidak gegabah, tidak untuk menyenangkan dunia internasional tapi mengorbankan bangsanya sendiri seperti mantan presiden R.I. B.J. Habibie yang menghilangkan Timor Timur. Dia tidak akan menambah pada jeleknya citra bangsa di mata dunia internasional, seperti Gus Dur yang mengemis uang kecil dari Raja Saudi untuk perjalanan keliling luar negeri.

13. Orangnya harus gagah dan berwibawa, karena jaman sekarang tiap gerakan pemimpin bangsa dipantau di televisi dunia. Ia harus berpenampilan seperti presenter (penyiar) di dalam siaran televisi karena penampilannya di dunia internasional mencerminkan bangsanya, dan di dalam negeri penampilannya bisa membanggakan dunia nasionalnya. Apa yang ia lakukan, baik cara bekerjanya dan penampilannya, mencerminkan bangsa Indonesia di luar dan di dalam negeri.
 
 

14. Ia bisa berbahasa asing, dan apabila perlu, dapat pula berpidato dalam bahasa asing seperti pemimpin Amerika Bill Clinton, George Bush, dan pemimpin Inggeris Tony Blair. Ia harus memiliki kharisma seorang pemimpin Indonesia seperti Bung Karno. LEBIH PENTING LAGI ia
a. mengenal cara berpikir dan mengenal kebudayaan orang asing, selain orang Indonesia karena ia mampu menjembatani cara berpikir orang asing dengan orang Indonesia. 

b. Pemimpin baru Indonesia, harus mampu meyakinkan bangsa-bangsa asing, selain bangsanya sendiri karena bangsa Indonesia tidak berdiri sendiri di dalam urusan internasional.

15. Pimpinan baru ini mendukung SEMUA PARTAI, tidak membedakan partai satu dengan partai lain, dan tidak memberi prioritas kepada hanya salah satu partai / satu golongan saja. IA ADALAH KAWAN SEMUA PARTAI. IALAH ORANG INDONESIA, BUKAN ORANG PARTAI. Kami rakyat Papua tidak bersedia di kotak-kotakan APAPUN KEPERCAYAAN POLITIK DAN AGAMA MASING-MASING ORANG. Maka kita memilih seseorang pemimpin yang tidak menganut pada pengkotakan rakyat dalam bentuk partai politik, atau dalam bentuk golongan apapun. Semua partai dan golongan memiliki program kerja yang kurang-lebih sama bahwa semua orang Indonesia sama, dan memiliki tujuan yang sama. Yaitu: 
a. rakyat dan bangsa Indonesia menjadi makmur, 
b. Indonesia dihargai di mata internasional, dan 
c. Indonesia harus menjadi “mercu suar” dunia dengan cara memberi contoh baik kepada dunia, bukan dikenal sebagai negara no. 2 terkorup di dunia, membunuh bangsanya sendiri, dikenal selalu bergejolak, dan macam-macam hujatan yang dilontarkan dunia internasional.

Kami pemimpin rakyat Papua dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas terdiri dari para kepala dan sesepuh suku Irian mengajukan PIMPINAN BARU INDONESIA yang dapat memenuhi syarat-syarat tersebut diatas. 

Kami mengetahui dan bertemu dengan seorang calon pimpinan yang dapat memenuhi syarat-syarat tersebut diatas. Dia adalah:

1. Keturunan Raja Jawa MANGKU NEGARA ke I. Nama orang ini tercantum beberapa kali sebagai keturunannya di makam Pangeran Samber Nyowo/Pangeran Sapu Jagad (Raja Mangku Negara ke I dikenal sebagai “Pengambil Nyawa” dan “Pembersih Kotoran”) di Gunung Mengadeg, Solo, Jawa Tengah.
 
 

2. Dia bukan orang kaya, tapi mendapat kepercayaan dari sumber-sumber leluhurnya, dan sumber-sumber pendanaan lain di luar dan dalam negeri. Cita-citanya adalah menjadi sangat kaya raya, jauh diatas para konglomerat di Indonesia, bukan menjadi seorang pemimpin negara sebab menjadi kaya terselubung sebagai pejabat negara baginya sama dengan mencuri, sama dengan menjadi maling. 

3. Kekayaan yang dipercayakan kepadanya, bukan bersumber kekayaan ORBA atau bersumber dana korupsi, melainkan kekayaan sumber Dinasti Leluhurnya dari Jawa dan dari sumber-sumber milik Indonesia di luar negeri yang keberadaannya pernah di akui oleh pimpinan IMF dalam konperensi pers pada bulan Oktober tahun 1997 di Washington, D.C. Amerika Serikat.

4. Dia tidak punya hutang moral, tidak punya hutang materi kepada golongan manapun, dan tidak punya hutang kepada konglomerat manapun. Dia tidak dikenal oleh para pimpinan ORBA dan pimpinan sekarang.

5. Karena tidak ada hutang, dia tidak mudah ditunggangi, tidak mudah di kendalikan atau diperalat oleh golongan manapun. Karena tidak ada hutang/kewajiban ini, ia akan lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada golongan.

6. Ia pernah merasakan dan mengalami perampasan hak azasinya, ketidak adilan aparat-aparat penegak hukum dan aparat keadilan yang sering kali mengabaikan hak asasi rakyat kecil. Sebagai calon pemimpin dia memahami duka yang dialami rakyat biasa.

7. Ia berusia 60 tahun pada Desember 2001, tapi berpenampilan usia 45 tahun. Selain berpenampilan elegan, ia berwibawa tanpa seragam atau atribut lain. Ia juga tidak kalah penampilan atau tatacara berbicara berhadapan dengan pimpinan dunia seperti Presiden Amerika Serikat George Bush, atau Perdana Menteri Tony Blair. Apabila perlu ia mampu juga berbahasa dalam bahasa mereka tanpa accent sedikitpun. Ia mengenal kebudayaan negara-negara adidaya.

8. Dia pernah menyumbang pada pemerintah Indonesia dengan gagasan-gagasannya, dan pernah bekerja untuk kepentingan Pemerintah dan ABRI dengan memasang jaringan komunikasi ABRI/Pemerintah di 1,700 lokasi lebih dari Sabang sampai Merauke pada tahun 1978 s/d tahun 1984. Ia bukan orang ABRI atau Pemerintah, tapi visinya memperkuat TNI dari 400.000 personil menjadi 2.100.000 – 2.500.000 manusia dengan armada laut dari sekarang 200 kapal TNI AL menjadi 5.000 unit termasuk armada pengangkut helicopter (helicopter carrier).
 

9. Dia memiliki VISI PEMBANGUNAN INDONESIA yang dicetuskan 15 tahun lalu pada tahun 1986. 13 tahun lalu pada tahun 1988 Pemerintah secara tertulis meminta kepadanya menjelaskan visinya. Gagasannya diterima pemerintah R.I. pada tahun 1988 termasuk merobah undang-undang. Berkat gagasan dan visi orang ini, kita diseluruh Indonesia menikmati sistim telekomunikasi handphone, siaran televisi swasta, dan usaha-usaha swasta lain yang bekerjasama dengan monopoli pemerintah. Visi/program kerjanya yang dicetuskan sejak tahun 1988, sebagian telah terlaksana tersebut diatas, akan menyentuh langsung 140 juta manusia Indonesia, akan mengangkat rakyat kecil, dan akan menjadikan rakyat kita di desa menjadi mandiri. Visinya pernah di puji oleh Bank Dunia di media internasional dan nasional, dan bukan visi ikut-ikutan yang dicetuskan karena Indonesia dilanda kekacauan.

10. Ia berpengalaman kerja selama 37 tahun, diantaranya sebagai mantan wartawan berbahasa Inggeris di 2 kantor berita internasional terkenal di London, di Paris dan Kantor Berita Nasional ANTARA di Jerman, dan berpengalaman dibidang keuangan dan bursa internasional, dan asuransi di tahun 1960an. Ia memiliki pengalaman yang jarang dimiliki orang lain, baik orang Indonesia atau orang asing. Yaitu pengalaman sebagai seorang “pelaksana lapangan” (field operative / secret agent) melawan dinas militer dan intel terbesar nomor dua dunia di Eropa Timur yang di dramatisir di film-film “James Bond”. Karena pengalaman-pengalaman macam ini, ia dapat dipastikan memiliki keberanian yang luar biasa dan bukan gegabah asal berani mati, mampu menggunakan otaknya, dan memiliki kemampuan memantau keadaan lapangan di medan asing. Ia adalah seorang mantan pengusaha, pernah menjadi guru di berbagai tempat dan di perguruan tinggi, dan di Sekretariat Wakil Presiden jamannya Wakil Presiden Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX sebagai Pembantu Staf Ahli Menteri Sekneg mengajar protokol negara dan bahasa Inggeris di jamannya Mensesneg Soedharmono pada tahun 1970 s/d 1980an.

11. Ia sebagai calon pemimpin bangsa Indonesia akan mampu menghadapi hujatan-hujatan dunia internasional dengan cara-cara yang elegan karena kemampuan bernegosiasi. Kemampuan ini ia buktikan dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan multinasional terbesar di dunia dibidangnya, berusia 135 tahun, memiliki 235.000 pegawai, pernah memenangkan 8 Hadiah Nobel, dimana ia dibiayai 100% (seratus persen) oleh perusahaan multi-nasional tersebut, tapi mendapat saham sebesar 60% (enam puluh persen), untuk rencana investasi sebesar US$ 7 milyar (US 7,000,000,000 dolar) berkat kemampuan bernegosiasi dengan orang-orang asing. Di dunia usaha internasional maupun nasional, keberhasilan semacam ini dianggap mustahil. Kita dari masyarakat Papua, yakin dia bisa mengatasi segala macam negosiasi internasional, mampu menempatkan IMF dan institusi internasional lain pada tempatnya karena mereka sendiri tidak bebas dari KKN versi luar negeri. Dia akan menang demi kepentingan bangsa Indonesia.

12. Ia berkawan dengan semua orang dan semua partai dan golongan dan memahami aspirasi-aspirasi mereka. Ia tidak memandang partai atau kelompok, tapi kepribadian para pimpinannya mencerminkan kelompoknya. Ia punya kemampuan bergaul dengan seorang petani, dengan anak-anak muda generasi penerus kita yang merupakan mayoritas penduduk kita karena ia sendiri seorang bapak dari anak-anak berusia 27, 34 dan 35 tahun (dan memiliki cucu-cucu) yang semuanya sukses, dan mampu bergaul dengan para pimpinan negara lain tanpa rasa ditekan karena dia tidak merasa berhutang atau berkewajiban kepada siapapun. Ia tidak canggung, segan atau minder menghadapi siapapun, baik ini orang asing atau bangsanya sendiri. 

13. Ia benar-benar seorang pemimpin, gagasan-gagasanya didengar dan dilaksanakan baik oleh Pemerintah dan dinikmati rakyat sejak tahun 1988, dan bangsa Indonesia kini mampu mengembangkan gagasan-gagasan yang ia cetuskan. Ia berpenampilan dan berwibawa seorang pemimpin, punya rasa percaya diri karena keberhasilan-keberhasilan yang pernah ia raih, baik di “bidang-bidang normal” dan “dibidang bukan normal” mempertaruhkan nyawanya di medan asing yang berbahaya. Di dunia usaha ia “mampu memutarbalikan norma-norma/kebiasaan dunia usaha internasional” demi kepentingan orang Indonesia. Kami, Rakyat Papua, yakin pengalaman dan keberaniannya selama 37 tahun, akan dipergunakan untuk kepentingan bangsa Indonesia apabila ia menjadi pimpinan kita.

Situs “webpage” orang yang dimaksud dapat di dibaca di www.suryo.net. Riwayat hidupnya dapat dilihat di internet dengan alamat www.cv.suryo.net 

Kami, Rakyat Papua, melampirkan Riwayat Hidup calon pimpinan kita yang juga dapat diperoleh di situs tersebut diatas, dan menanyakan kepada orang calon pemimpin tersebut apakah kiranya ia bersedia menjadi pimpinan kita. 

Hormat kami,
Para Kepala Suku Irian Jaya
 

 

Setiap orang memiliki program kerja dan hampir semuanya baik. Ibarat sebuah lagu menjadi populer (berhasil) atau tidak di tengah masyarakat sangat tergantung oleh penyanyinya, bukan semata-mata karena lagunya (program kerjanya) saja.
Indonesia Di Mata Masyarakat Dunia Perlu Memberi Contoh Yang Baik *
Indonesia sebagai negara terbesar nomor 4 perlu memberi contoh baik di dunia internasional, sekalipun banyak kekurangan-kekurangannya di dalam negeri. Terutama pemerintah kita. Masyarakat kecil kita menyadari kekurangan ini bila ditanya kepada orang biasa seperti sopir taksi dan penjual rokok di pinggir jalan.
Sikap pemerintahan kita sebelumnya menganggap masyarakat kita bodoh sehingga pejabat pemerintah punya tendensi menysun dan mengeluarkan berbagai macam peraturan dan hukum negara yang sifatnya berlaku untuk masyarakat biasa, tapi dalam pelaksanaannya tidak berlaku bagi mereka yang menegakan peraturan/hukum.
Sikap menempatkan pejabat sebagai kelompok eksklusif membawa dampak perlakuan terhadap masyarakat yang kurang adil, sewena-wena dan memenjarakan mereka yang memprotes, dan pada ekstrimnya di tembak dan dibunuh membuat masyarakat kita di berbagai daerah ingin pisah dari Republik.

Tayangan aparat keamanan menembaki masyarakat kita, apalagi adik-adik kita dengan senjata otomatis sekalipun dengan peluru karet, dan membalas pelemparan batu yang berarti aparat tidak beda dengan yang membikin keonaran, sangat mencemaskan semua orang tua di dalam negeri dan luar negeri, dan memberikan kesan aparat kita sama sekali tidak bermoral. Sekalipun kita yang dewasa menyadari yang berbuat itu sebenarnya segelintir manusia saja dan bahwasanya sebagian besar aparat pun tidak setuju karena mereka sendiri adalah orang tua dan tidak menerima bila anak, adik atau saudara mereka wafat karena tindakan oleh aparat dan rekan/koleganya, kesan aparat tidak bermoral menetap di benak semua orang.

Mengeluarkan peraturan yang berlaku untuk masyarakat biasa tapi tidak berlaku untuk mereka yang memerintah adalah contoh membodohi rakyat. Orang kecil pun tidak bodoh dan sadar ketidak adilan ini, walau menyangkut masalah kecil.

Contoh masalah kecil adalah memungut pajak/fiskal bagi mereka yang hendak ke luar negeri tapi pejabat tidak perlu membayar, rakyat biasa harus bayar. Pejabat/petugas PLN tidak perlu bayar listrik di rumahnya, dan pejabat Telkom tidak perlu bayar pulsa telponnya, tapi rakyat harus bayar. Sikap semacam ini harus dihilangkan karena tidak ada aturan dimana satu kelompok kebal bayar dan kelompok lain tidak kebal. Ini analogis dengan satu kelompok kebal hukum, satu tidak. Kenyataannya keadaan kita demikian.

Pimpinan Yang Mengalami Ketidak Adilan & Perlakuan Sewena-wena Diyakini Oleh Mereka Yang Pernah Mengalaminya
Bila negara kita benar-benar dan secara sungguh-sungguh akan dibersihkan dari pelanggaran hukum, HAM, ketidak adilan, korupsi yang merperkaya individu dan mempuruk bangsa, pimpinan negara perlu memiliki jam terbang mengalami ke-tidak adilan dan perlakuan sewena-wena dan pelanggaran HAM oleh aparat penegak hukum dan peradilan yang tugasnya menegakan hukum.